Benny Prasetyo “Comment like a King, working like a Slave”

Benny Prasetyo “Comment like a King, working like a Slave”

Banyak budaya- budaya baik yang sudah hilang di kalangan anak muda, salah satunya budaya untuk ‘ngajeni’ atau menghargai. Ada dua sudut pandang berdasarkan regional menurut saya. Untuk di ibu kota, banyak anak muda sudah kehilangan budaya rendah hati. Sama yang lebih tua, ngomongnya sering ga ‘temoto’, ga pakai aturan, apalagi sama teman seusianya. Mereka tidak terbiasa dengan budaya ngajeni, ya.. kalau mereka ga suka, ya langsung asal ngomong aja, pakai bahasa atau tulisan yang sama sekali nggak sopan. Yang lebih tragis lagi, anak muda Jogja juga sudah banyak yang begitu,  nggak cuma ngomong yang tidak diatur, tapi kelaukannya juga lumayan parah, misalnya naik motor ngebut di dalam gang,  ada layatan dipinggir jalan juga ngebut, kalau ngomong nadanya kenceng pol, kalau ada yang lebih tua kerja bukannya nawarin bantuan, malah sibuk dengan gadget-nya, terus kalau bercanda sambil teriak- teriak. Ya gitulah kalau masalah ‘ngajeni’, yang menurutku sudah mulai hilang. Mungkin gara- gara pengaruh social media juga ya?

Anak muda  harus lebih hati- hati dan bijaksana kalau mau  menyampaikan pendapat, ide, kritik, dll. Karena setiap orang punya pemikiran yang berbeda-beda, kalau bekerja ya jangan seperti budak, harus dikasih tau dulu, setelah dikasih tau.. ya udah, itu terus yang dikerjain, nggak ada inisiatif sama sekali. Wah, 2 opini yang sama sekali, ga saling mendukung, yang satu ga boleh asal ngomong, yang satu ga boleh diam aja….. hahahaha

Anak muda jaman sekarang itu kebanyakan “comment like a King, working like a Slave”, berkomentar se-enaknya sendiri kayak raja, tapi kalau kerja, harus dikasih tau dulu kayak budak, ga punya inisiatif. Totalitasnya kurang, belum bisa menyeimbangkan antara kemauan, kekuatan, dan mood. Tapi banyak juga yang keren banget, ide bagus, niat ada, kemampuan juga maksimal. konsentrasinya kebagi- bagi. tapi yang paling kelihatan, dari faktor moody. Lingkungan, jenis musik, film kesukaan, apa yang sering dibaca, menurutku itu hal- hal yang bisa bikin seseorang jadi seperti apa nantinya..

Mereka ini butuh edukasi yang sudah dikaji ulang supaya sesuai dengan kelakuan anak muda jaman sekarang. Yang paling bisa ngajarin ke mereka ya media yang sering dilihat oleh anak muda, misalnya sinetron, infotaintment, acara debat partai dll. Sebenarnya susah juga untuk merubah media tersebut, karena tv, radio, dan koran, merupakan media yang tidak pernah salah, yang salah ya yang mengkonsumsi itu, kalau media cuma cari duit. Ya gimana ya.. jadi pusing saya.. hahahahaha.  Media yang harus bisa ngasih berita, hiburan, pendidikan yang baik, nggak perlu bagus.. yang penting baik. Kalau perseorangan kayaknya susah kalau mau membentuk anak muda yang segitu banyaknya. Mungkin dari orang tua, mereka bisa memberi edukasi dengan cara bercerita tentang budaya yang baik sejak dini. Kalau di Jogja, ya bisa diceritakan tentang pewayangan, tapi dikemas atau dibikin menarik, Banyak nilai- nilai yang nggak pernah usang dan tetap bisa dipakai sampai sekarang. Kalau anak- anaknya sudah bosan, berarti orang tuanya yang harus lebih kreatif. Tapi kalau orang tuanya sudah tidak punya nilai- nilai budaya yang baik, ya bagimana anaknya nanti?… ya semoga saya bisa jadi orang tua yang baik.. Amiinn. (nsbx)

One Response to Benny Prasetyo “Comment like a King, working like a Slave”

  1. Sharon says:

    Amazing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>