Esa Hesa Dewala “Tuhan ditempat-Nya !”

Esa Hesa Dewala “Tuhan ditempat-Nya !”

“aku menginginkan Tuhan dengan caraku, dan hanya aku yang tahu” – esahesadewala

Pelik sekali meyakinkan sebuah keadaan yang berhubungan erat dengan ke-Tuhan-an, terutama di Indonesia. Semenjak kita kecil hingga akhirnya mengecil lagi fase yang muncul akan diawali dan diakhiri dengan Tuhan. Konteks Tuhan yang begitu besar mampu melupakan nilai-nilai sekunder dari sekularitas. Implikasinya adalah bahwa orang disekitar begitu mempercayai Tuhan yang nyata-nyata hadir dalam segala perbuatannya, baik itu yang benar maupun salah, asalkan membawa Tuhan maka benar menjadi hasil absolut. Ada apa dengan masyarakat kita? Ada apa dengan pola pikir primer manusia Indonesia khususnya?

Hampir setiap bulan akan ada beberapa issue agama yang berlandaskan agama muncul kepermukaan, dan hampir separuh diantaranya negative news ; kekerasan, diskriminasi, mayoritas dan minoritas, bahkan pembunuhan (???). Orang menjadi sangat sensitif ketika bersinggungan dengan masalah kepercayaan; faith antara personal yang satu dengan yang lainnya, padahal secara kontekstual semua mengacu kepada percaya. Mereka tidak mau memikirkan faktor lain dari beragama dan memiliki Tuhan sehingga poros lain yang dibentuk menjadi begitu kompleks seperti kehidupan bersosial, psikologis manusia, hingga kebudayaan laten. Nicollo Machiavelli pernah mengatakan bahwa “agama mempunyai segi pragmatis yaitu mengintegrasikan sebuah negara”, tetapi hal itu akan agak susah ditemui disekitar kita sekarang ini. Pragmatis yang muncul di Indonesia bukan mengintegrasikan sebuah negara, melainkan membentuk stigma negatif antara yang mayoritas dan minoritas. Masyarakat Indonesia mengklaim dan membentuk persepsi bahwa negara ini adalah negara yang beragama (dalam filosofis negara memang tertuang di sila-1 pancasila) sehingga kiblatnya menjadikan Tuhan berada di atas segalanya. Tuhan memang tetap berperan sebagai prima causa ; penyebab utama, tapi ketika sudah berada dalam lingkup hegemoni masyarakat, seharusnya peran ke-Tuhan-an mampu melebur bersama dengan aspek sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat pada umumnya. Jika masyarakat mampu memposisikan peran Tuhan tidak hanya sebagai junjungan yang luhur tetapi mampu memperankan Tuhan sebagai filterisasi perilaku maka tidak akan dipungkiri issue mengenai diskriminasi beragama mampu diminimalisir.

Manusia di zaman seperti ini harusnya mampu dan dituntut lebih dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan yang sangat sensitif terutama berkaitan agama. Saya sendiri masih percaya bahwa agama mempunyai nilai adiluhung yang begitu besar dalam perkembangan manusia. Artinya adalah jika tidak ada agama dengan konsepsi surga dan neraka-nya, mungkin keberlangsungan hidup tiap manusia patut dipertanyakan. Kejadian memilukan baik itu pembunuhan, pertikaian, atau diskriminasi yang ada di Indonesia memperlihatkan bahwa ternyata Indonesia belum mampu sepenuhnya dikatakan negara yang merdeka. Egosentrisme masing-masing individu membentuk budaya bahwa membunuh atas nama Tuhan (baik itu secara fisik, otentik, sosial serta psikologis) hal yang lumrah untuk Tuhan-Nya. Kadang saya malah berpikir, kalau Tuhan sebegitu jahatnya memperbolehkan tiap manusia saling membunuh, maka saya menjadi sangsi akan eksistensi Tuhan menjaga umat-Nya.

Di paragraf terakhir ini saya hanya ingin mengajak berandai-andai dan mengkomparisan dengan analogi ; Seaindainya surga dan neraka itu tidak ada, maka apa yang akan akan terjadi? Perbuatan baik kita menjadi sia-sia karena yang dituju adalah Tuhan (itu yang saya maksud sebagai terlalu jauh menjangkau Tuhan), tetapi coba bayangkan jika orang yang berbuat baik itu atas inisiatif dirinya sendiri karena orang lain membutuhkan pertolongan dan ukuran masuk surga atau neraka nanti dipikirkan setelah mati saja, apa yang kira-kira akan terjadi? (lebih dekat menjangkau Tuhan). Biarkan Tuhan berada ditempat-Nya selagi kita menempati tempat-Nya :). (ehdwla)

3 Responses to Esa Hesa Dewala “Tuhan ditempat-Nya !”

  1. polisa oc says:

    I agree with you 100%. I’d personally doubt, for one thing, but I consider it certainly not well worth talking about.

  2. nurify says:

    saya suka pemikiran anda mas esa yayang
    yang masih berumur 25 kebawah

    manusia didedikasikan sebagai makhluk hasil penciptaahn tuhan yang mana betul yg mana benar yang belum tentu juga yaitu memiliki 99 sifat tuhan yg tertera di dalm sebuah kitab yg tak perlu disebut .contohnya adalah tuhan memiliki sifat maha penyayang maha mengasihi maha mengampuni begitu manusia juga memiliki sifat tersebut hanya saja manusia dan tuhan dibedakan hanya pada 1 kata yaitu MAHA
    apapun yg di lakukan manusia baik dan buruk itu akan sah sah saja tapi tak dapat di benakan karena manusia tak meiliki kata sifat tambahan yaitu MAHA
    maha kuasa maha kaya maha pemusnah maha pembunuh maha keadilan maha kecurangan maha kriminal maha kemunafikan maha apapun itu

  3. Muhammad says:

    Assalamu’alaikum wrwb.Terimaksih bantahan anda yang sunatn.tidak seperti usztad2 atau aktivitas2 Islam garis keras yang suka menggunakan kata kata kasar,buruk dan maki2an.Mari kita perlihatkan diskusi yang islamc,sunatn dan mengikuti akhlaq Rasulullah saw.1. Dalam menegakan AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR bukan dengan cara mengakafirkan dan melarang orang lain beribadah menurut keyakinan mereka tapi dengan cara sunatn dan baik2 sebagaimana perintah ALLAH memberitahu Rasul sebagaia berikut;Tugas kamu(Muhammad) hanya menyampaikan saja. Kami lah yang menghisab perbuatan2 mereka dan QS.13:40. Jika sekiranya kamu bersikap keras,kasar,jahat budi pekerti, berhati kasar(tidak lemah lembut, tidak senyum ), niscaya larilah tamu-tamu itu dari kamu. (QS.3:159 ). (Anti kekerasan).Jika mereka tetap berpaling,maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atas kamu(Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat ALLAH ) dgn terang Qs 16 :82.2.Anda kewatir agama Islam akan habis disebabkan oleh ajaran2 sesat.Sesungguhnya agama2 ALLAH dari Taurat , zabur, Injil dan Al quran tidak akan musnah,karena ALLAH akan menjaganya..sampai hari kiamat.3. Kalau menegakan amar makrufnahi mungkar dgn kekerasan atau melarang bahkan menindas seperti terjadi di negara2 Arab, maka akan terjadilah permusuhan dan pertentangan sesama Islam.Ada yang PRO dan KON.Maka orang2 yg benci Islam dgn mudah mengadu domba umat Islam4, Begitu pula di Iran majoritas Syiah, memperlakukan klompok2 Islam Monoritas sebagai Islam yg sesat Ulama2 Syiah yang berkuasa menindas islam Sunnai,wahabi, ahmadiyah dll.Rasul dan ALLAH tidak menginginkan sama sekali permusuhan dan peperangan sesama orang2 beriman makanya ALLAH memperingatkan dlm ayatnya bahwa;1, Yang menentukan ajaran sesat atu benar hanya HAK ALLAH.2, Semua kita akan kembali kepadaNya .3. Semua yg beriman adalah bersaudara,apalagi sebangsa setanah air,cucu2 nabi Ibrahiim4. Rasul; siapa2 yang mengkafirkan orang lain,maka dialah yang kafir.KESIMPULAN;Konflik2 yang berkepanjangan dlm masarkat Islam disebabkan klompok2 majoritas merasa berhak mengkafirkan dan melarang klompok2 minoritas karena takut bersaingan dan takut kekausaan ulama2 berkuasa di rusak baik Saudi maupun Iran.Persatuan umat Islam yg berbeda beda ini akan dapat hidup damai dan harmoni,sekiranya ulama2 yang berkuasa tidak mengakafirkan klompok2 Islam yg Minoritas. Sebagaimana masarakat Islam Amerika yg terdiri puluhan firqoh2 Islam dapat hidup DAMAI HARMONI SEJAHATERA. Masarakat Islam Amerika yang rahmatan lil’alamin .>>tiada ada penindasan sesama islam.Islam Amerika lah yang akan memperlihatkan Islam yang berkasih sayang,toleransi,damai dan sejahtera..monggooAbdullatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>