Wayang Hip Hop “Salah Kaprah”

Wayang Hip Hop “Salah Kaprah”

Perpaduan antara kesenian wayang kulit, wayang orang, musik hip hop, rap, dangdut, dan unsur komedi menghasilkan sebuah kesenian kontemporer yang sangat unik, pertama kali di Indonesia, bahkan dunia, itulah Wayang Hip Hop. Dibentuk oleh Ki Catur “Benyek” Kuncoro sebagai dalang, bersama beberapa teman yang membantu dalam pertunjukan Wayang Hip Hop.

Pementasan Wayang Hip Hop tadi malam (24 Mei 2012) yang bertempat di Kersan Art Studio, Dusun II Kersan No.154 Tirtonirmolo Kasihan, Bantul, Jogjakarta ini bertemakan “Salah Kaprah”.  Pementasan ini sekaligus merupakan program dokumentasi oleh budayawan dari Mexico yang bernama Miguel Escobar. Pementasan ini cukup sederhana, tidak berupa pertunjukan wayang seperti pada umumnya, tetapi tidak meninggalkan esensi dari kesenian wayang kulit seperti geber (layar), dalang, dan beberapa wayang kulit Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk). Musik gamelan yang biasanya ada di pementasan wayang kulit, digantikan dengan musik digital yang diputar dari laptop dan instrumen ukulele. Penataan cahaya yang minimalis, cukup menambah nuansa Wayang Hip Hop menjadi menarik walaupun tidak megah.

19:30 WIB (Waktu Indonesia Bantul), para pemain wayang hip hop melakukan persiapan terakhir, sembari menunggu para penonton yang menempati beberapa tempat duduk yang masih kosong. 30 menit kemudian, Ki Benyek mulai membuka pementasan dengan sedikit sapaan kepada para penonton, dan pementasan wayang pun dimulai. Gunungan wayang kulit mulai digerak-gerakkan dengan iringan musik digital sebagai intro pementasan, tak disangka Sang Dalang pun berbalik badan ke arah penonton dan mulai menyanyikan lagu.  Setelah lagu usai, Gatot Kaca dan Werkudara (wayang orang) mulai memasuki area pementasan dan melakukan adegan tentang perselisihan antara bapak dan anak. Dialog antara keduanya diimbuhi beberapa ejekan yang membuat penonton tertawa. Setelah terjadi cekcok, Dewi Arimbi pun masuk untuk melerai dan menasehati Gatot Kaca dan Werkudara yang sedang bertengkar, dengan meniup peluit, beberapa penonton pun terbahak- bahak pada adegan ini. pertengkaran tersebut tidak lalu usai, malahan terdengar suara beat dari pemutar musik, yang kemudian disambut oleh Gatot Kaca dan Werkudara dengan melakukan Rap.

Wayang Hip Hop - Ki Benyek

wayang hip hop

Setelah sesi wayang orang selesai, mulailah sesi wayang kulit yang diakukan oleh Ki Benyek. Meskipun wayang kulit, akan tetapi pada saat melakukan dialog, tetap melibatkan wayang orang dan satu wayang golek sebagai lawan bicara dari wayang kulit (Punakawan) tersebut. Kali ini, cerita yang diangkat adalah tentang narkoba, dan tetap membuat para penonton terbahak- bahak karena dialog- dialog yang sangat lucu. Di sela- sela cerita, diselingi oleh beberapa lagu dari wayang hip hop yang beberapa dapat diunduh gratis. Walaupun tidak semua penonton tau lagu tersebut, tetapi ada beberapa yang sedikit hafal, dan ikut menyanyi dengan suara lirih. Cerita pada sesi wayang kulit ini berakhir dengan ditangkapnya para pengedar narkoba, yang kemudian ditutup dengan lagu yang dinyanyikan oleh semua lakon.

 

Kurang lebih dua jam pementasan Wayang Hip Hop ini. Beberapa penonton terlihat cukup senang, mengingat adegan ataupun dialog lucu pada saat pertunjukan, walaupun ada beberapa penonton yang biasa- biasa saja, entah karena tidak suka, atau kurang bisa mengikuti cerita karena dominasi penggunaan bahasa jawa yang cukup banyak pada pementasan. Yaa… mari kita tunggu saja pementasan selanjutnya, ada kejutan apa saja di Wayang Hip Hop :) .

Untuk melihat informasi lebih lengkap tentang Wayang Hip Hop, dapat mengunjungi website mereka di www.wayanghiphop.com atau follow twitter @WayangHipHop atau follow Dalang Ki Benyek di @caturbenyek . (nsbx)

One Response to Wayang Hip Hop “Salah Kaprah”

  1. Saya suka gambar karikatur wayang nya. Keren. Wakaka Design

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>